JURAI.ID, JAKARTA (SMSI) – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Forum InvestasiLampung, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank IndonesiaProvinsi Lampung menyelenggarakan Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 diJakarta (4/11). Mengusung tema “From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investmentin Lampung,” forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha,dan calon investor untuk memperkuat kemitraan investasi.
LEIF 2026 melibatkan lebih dari 100 caloninvestor potensial domestik maupun internasional yang ditindaklanjuti dengan one-on-one meetingmaupun penandatanganan letter of intent (LoI).Fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi landasan dalam memperluas peluanginvestasi berkelanjutan.
Pada triwulan II 2026, ekonomi Lampung tumbuh 5,29% (yoy), tertinggi keduadi Sumatra, didukung basis komoditas unggulan serta konektivitas infrastruktur dan logistik yangstrategis. Potensi investasi masih terbuka luas pada sektor pertanian, industri pengolahan, energiterbarukan, pariwisata, dan infrastruktur.
Penguatan hilirisasi dan nilai tambah komoditas menjadikunci transformasi ekonomi daerah yang lebih produktif dan berdaya saing.Penguatan investasi daerah memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, danpemangku kepentingan.
Dalam welcoming speech, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela,menekankan pentingnya LEIF 2026 sebagai momentum untuk memperluas kemitraan strategis dalammengoptimalkan potensi ekonomi Lampung. Forum ini diharapkan membuka peluang kerja samainvestasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.Percepatan investasi daerah juga membutuhkan sinergi kebijakan pemerintah pusat dandaerah.
Dalam keynote speech, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AhmadMuzani, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Investasiyang produktif diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah, menciptakan lapangan kerja, danmemperkuat kontribusi Lampung terhadap perekonomian nasional.
Tingginya minat dunia usaha terhadap potensi Lampung mencerminkan kepercayaan investorterhadap prospek ekonomi daerah. Hal ini tercermin dari 11 investment success stories yang diangkatdalam LEIF 2026.
Dalam paparan strategisnya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal,menegaskan tiga komitmen Pemerintah Provinsi Lampung, yaitu (i) percepatan perizinan yangtransparan dan berbasis digital; (ii) penguatan dukungan regulasi melalui kepastian tata ruang,insentif, dan kemudahan penanaman modal; serta (iii) penciptaan iklim investasi kondusif melalui fasilitasi proaktif,kepastian lahan,dandukungan infrastruktur.”Provinsi Lampung siap bersinergi dan memfasilitasi para investor dan mitra global untuk satu tujuan yang sama,yaitu pertumbuhan ekonomi Lampung berkelanjutan,” tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Prospek ekonomi Lampung yang positif turut memperkuat optimisme terhadap investasidaerah. Dalam sesi panel diskusi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto,menyampaikan bahwa ekonomi Lampung pada 2026 diprakirakan tumbuh 5,0–5,6%, ditopangkonsumsi rumah tangga, pertanian, industri pengolahan, dan investasi.
“Fundamental ekonomiLampung yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong investasi. Namun demikian, masihterdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan danpengembangan industri bernilai tambah,” ujar Bimo.
Pemilik Sungai Budi Group, Widarto, turutmenekankan peluang pengembangan industri berbasis komoditas unggulan. Sementara itu, DirekturInvestasi PT Danantara Investment Management, Dr. Fadli Rahman, menyoroti pentingnya kesiapanproyek dan kemitraan strategis dalam mendorong realisasi investasi.
Sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan dunia usaha terus diperkuatuntuk mempercepat realisasi investasi berkelanjutan.
Sepanjang 2026, Bank Indonesia telahmemfasilitasi delapan kegiatan penguatan ekosistem investasi, mencakup peningkatan kapasitasinvestment project ready to offer (IPRO) hingga fasilitasi jejaring investor.
Melalui LEIF 2026,kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat investasi berkualitas, meningkatkan nilai tambahkomoditas unggulan, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampungyang lebih tinggi dan inklusif. (rls)

