JURAI.ID, LAMPUNG TIMUR (SMSI)-Anggota Komisi IV DPR dari Daerah Pemilihan ( Dapil ) Lampung II Fraksi PDI Perjuangan drh. I Ketut Suwendra, MM melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (6/8). Dalam kunjungan tersebut, I Ketut Suwendra didampingi Ketut Suko dari Dinas Pengairan Lampung Timur.
Pada kesempatan ini, Ketut Suko mengeluhkan pelaksanaan pembangunan
bendungan Marga Tiga menyimpang dari perencanaan.Terutama pada elafasi, yang rencana awalnya genangan air di elafasi 24, tetapi dalam pelaksanaannya di elafasi 22 dengan alasan tidak tau.
Menanggapi hal itu, I Ketut Suwendra menjelaskan bahwa pihaknya akan meneruskan keluhan pak Ketut Suko pada pihak terkait. Menurutnya, pembangunan bendungan Marga Tiga dengan elafasi 22 tidak benar
“Akibatnya, genangan air di elafasi 22 tidak mencukupi hanya tercapai 40% dari rencana awal, sehingga pembebasan lahan di elafasi 24 tidak tergenang air,” papar Alumni Institut Pertanian Bogor ( IPB).
Sekarang air sudah kering padahal harusnya bendungan ini membantu para petani pada musim tanam 2 (MT2)
“Sehingga sampai hari ini lahan di elafasi 24 sudah beralih fungsi kembali karena tidak terkena air,” ujar I Ketut Suwendra.
I Ketut Suwendra menambahkan, bendungan memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto.
“Oleh karenanya, pelaksanaan pembangunan bendungan Marga Tiga harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekaligus memastikan program strategis Pemerintah ketahanan pangan nasional dapat terlaksana sesuai target,” jelas I Ketut Suwendra
Selain itu juga, lanjut I Ketut Suwendra, dibutuhkan cadangan air menghadapi musim kemarau, khususnya fenomena El Nino, yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang, berpotensi mengganggu berbagai sektor strategis.
“Karenanya, pengelolaan sumber daya air harus menjadi perhatian bersama. Keberhasilan pembangunan pangan sangat tergantung pada kemampuan kita dalam menjaga kesediaan air secara berkelanjutan. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lampung memiliki tanggung jawab besar menjaga keberlanjutan kesediaan air,” tegas Alumni SMAN Kota Gajah, Lampung Tengah. (Rls)




