JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI)- Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih mendorong para Duta Generasi Berencana (GenRe) tidak hanya menjalankan peran sebagai duta, tetapi menjadi agen perubahan bagi remaja di lingkungan masing-masing.
Hal itu disampaikan Soetriningsih usai menghadiri puncak kegiatan Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Remaja (ADUJAK) Tingkat Provinsi Lampung 2026 di Navara City Park, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2026).
Soetriningsih mengatakan, para Duta GenRe diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan positif kepada teman sebaya, terutama dalam mencegah berbagai persoalan yang mengancam masa depan remaja.
”Mereka bisa menyampaikan pesan-pesan program. Ada tiga yang menjadi konsentrasi kita, jangan melakukan seks pranikah, pernikahan usia dini, dan tidak menggunakan narkoba atau NAPZA,” kata Soetriningsih.
Menurutnya, para Duta GenRe juga harus menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun kampus. Mereka diharapkan mampu mengajak remaja lain menerapkan perilaku positif, termasuk dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga.
Selain tiga ancaman tersebut, Soetriningsih mengatakan isu kesehatan mental menjadi salah satu perhatian dalam pembinaan remaja saat ini.
Menurut dia, edukasi kepada remaja harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi setiap generasi.
“Kita juga memberikan edukasi menyesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing. Karena mental health yang menjadi isu Gen Z ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap para Duta GenRe terus belajar dan mampu beradaptasi dengan berbagai persoalan yang muncul di kalangan remaja.
Soetriningsih mengatakan setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, para Duta GenRe perlu memahami perkembangan persoalan remaja agar mampu memberikan solusi yang sesuai.
“Setiap generasi punya masalah yang berbeda-beda. Bagaimana mereka belajar mengikuti ilmu, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah apa pun itu, termasuk mental health,” katanya.
Ada 1.400 PIK-R di Lampung
Soetriningsih juga menyebut pembinaan remaja melalui program GenRe di Lampung memiliki cakupan yang cukup besar.
Saat ini terdapat sekitar 1.400 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang menjadi wadah bagi remaja untuk mendapatkan informasi dan edukasi.
“GenRe di Lampung itu ada 1.400 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Jadi memang luar biasa besarnya,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan PIK-R dan Duta GenRe dapat semakin memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang positif.
Dengan demikian, para remaja tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menyampaikan edukasi dan mengajak teman sebaya untuk mempersiapkan masa depan secara lebih baik. (rn)




