JURAI.ID, LAMPUNG UTARA (SMSI) — Baku tembak antara polisi dan seorang pria yang diduga terlibat jaringan peredaran narkoba dan senjata api ilegal terjadi di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (25/8/2026) dini hari.
Dalam insiden tersebut, pria bernama Popi Handika Purba tewas. Sementara itu, tiga personel Polres Lampung Utara mengalami luka akibat kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat warga dan panitia hendak membereskan acara hiburan musik dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ketua LK setempat, Idhamsyah, mengatakan suasana di lokasi mendadak berubah mencekam setelah terdengar suara letusan senjata api beberapa kali.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu polisi tengah melakukan penangkapan terhadap Popi yang diduga menjadi target operasi.
Namun, penangkapan tersebut berujung perlawanan menggunakan senjata api hingga terjadi baku tembak antara petugas dan terduga pelaku.
Kasi Humas Polres Lampung Utara Iptu Herawati membenarkan adanya insiden tersebut.
“Benar, terjadi baku tembak. Ada tiga personel yang mengalami luka,” kata Herawati.
Tiga personel yang terluka yakni Aipda Adizar yang mengalami luka tembak pada kaki kanan, Aipda Adi Agus Candra mengalami luka gores pada pelipis, serta Brigpol Ariyadi yang mengalami luka tembak pada bagian perut.
Brigpol Ariyadi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Popi Handika Purba tewas dalam insiden tersebut. Jenazahnya dievakuasi ke RS Maria Regina Kotabumi.
Menurut polisi, Popi merupakan daftar pencarian orang (DPO) Satresnarkoba Polres Lampung Utara. Ia diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkoba dan senjata api ilegal.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver rakitan, dua butir amunisi kaliber 9 milimeter, serta tiga selongsong peluru.
Polisi masih mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba dan senjata api ilegal.
Herawati juga memastikan Popi bukan warga Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, yang menjadi lokasi terjadinya baku tembak.
Sementara itu, keluarga Popi disebut menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Kasus tersebut masih ditangani Polres Lampung Utara. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh dugaan jaringan narkoba dan peredaran senjata api ilegal yang berkaitan dengan kasus tersebut. ***




