Peringati Sumpah Pemuda, Ria Hartini Ajak Anak Muda Jaga Persatuan dan Bijak Berteknologi

JURAI.ID, METRO (SMSI)- Ketua DPRD Kota Metro sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Metro, Ria Hartini, S.Sos, MM mengajak generasi muda untuk berani bermimpi besar dan mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa.

Srikandi PDI Perjuangan Kota Metro ini menegaskan bahwa pemuda saat ini merupakan pemegang kendali kepemimpinan di masa mendatang. Pemuda bukan hanya pewaris masa depan, melainkan penentu arah masa depan.

“Oleh karena itu, keberanian untuk berkarya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas harus dipupuk sejak dini,” kata Ria Hartini, Selasa ( 27/10/2026 ).

Menurutnya, kontribusi positif pemuda tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Generasi muda bisa memulainya dengan tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan bijak memanfaatkan teknologi serta menjaga ketertiban di ruang digital.

“Lakukanlah mulai dari hal sederhana, seperti tidak menyebarkan berita bohong atau hoak, tidak melakukan perundungan ( cyberbullying ), dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif,” tuturnya.

Legislator yang dikenal dekat dengan masyarakat ini, menekankan krusialnya peran pemuda dalam merawat keutuhan bangsa. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling memecah belah.

“Dalam hal menjaga persatuan, pemuda harus menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang. Mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk memajukan bangsa,” pungkasnya.

Ria pun mengajak generasi muda menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk menerapkan nilai-nilai persatuan dalam aktivitas sehari-sehari.

“Sumpah Pemuda tidak diwariskan melalui kegiatan seremonial, melainkan dihidupkan yang mengedepankan persatuan di tengah perbedaan. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Pemuda berkualitas, Indonesia berintegeritas,” tutupnya. (rls)

More From Author

Pelindo Regional 2 Panjang Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Lampung

Pemberhentian Firdaus Dipersoalkan, Mengapa Tak Ada Tabayun?

Tinggalkan Balasan