JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Puncak Kegiatan Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Remaja (ADUJAK) Tingkat Provinsi Lampung 2026 digelar di Navara City Park, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang digelar Kemendukbangga/Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung bersama Forum Genre Indonesia Provinsi Lampung tersebut menjadi ajang apresiasi sekaligus ruang bagi remaja untuk menunjukkan kreativitas, prestasi, dan peran mereka sebagai agen perubahan.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk para peserta dan Forum GenRe Lampung.
Menurut dia, para finalis Duta dan peserta Jambore Ajang Kreativitas Remaja telah melalui proses seleksi yang panjang. Mereka dinilai mampu menunjukkan kreativitas, keberanian, dan berbagai prestasi.
“Kreativitas tanpa batas” juga menjadi semangat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Soetriningsih menyebut kegiatan dapat terlaksana tanpa menggunakan anggaran APBN maupun APBD.
Ia berharap keberadaan Duta GenRe tidak sekadar menjadi simbol atau gelar, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi remaja di lingkungannya. “Kalian bukan hanya sebagai duta, kalian adalah agen perubahan,” ujar Soetriningsih.
Ia mengatakan, para remaja memiliki peran sebagai motivator, komunikator, teladan, sekaligus menjadi suara bagi teman sebaya.
Para remaja juga diharapkan mampu menjauhi tiga ancaman yang dapat mengganggu masa depan, yakni pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkotika.
Menurut Soetriningsih, pembentukan karakter dan identitas dimulai sejak masa anak-anak dan remaja. Karena itu, remaja perlu berada di lingkungan yang positif dan kondusif.
Di tengah perkembangan media sosial, lanjut dia, remaja juga harus mampu memilah informasi yang diterima, baik yang memberikan dampak positif maupun negatif. “Kalian sudah membuktikan bahwa remaja mempunyai ide-ide cemerlang, inovasi, dan solusi untuk permasalahan remaja melalui karya serta konten kreatif,” katanya.
Remaja disiapkan menjadi generasi penerus
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung yang diwakili Ketua IV, drg. Hellen Veranica Mulyadi, M.Kes., mengatakan pembangunan bangsa tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur dan meningkatkan perekonomian.
Menurut dia, pembangunan juga harus dibarengi dengan menyiapkan sumber daya manusia yang akan melanjutkan pembangunan tersebut.
“Remaja hari ini adalah generasi yang akan menjadi pemimpin, profesional, orang tua, dan bagian dari masyarakat di masa depan,” ujar Hellen.
Ia menilai pilihan yang dibuat remaja saat ini akan turut menentukan kualitas keluarga dan masyarakat Lampung di masa mendatang.
Karena itu, program Genre dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, mampu menjaga diri, memiliki cita-cita, serta mampu merencanakan kehidupan dan keluarga dengan baik.
Hellen juga mengajak para finalis Duta GenRe dan peserta Jambore Ajang Kreativitas Remaja untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi.
“Jadilah remaja yang mampu menginspirasi teman-temannya. Jadilah pribadi yang berani berkata tidak pada hal-hal yang dapat merusak masa depan,” katanya.
Ia juga mendorong remaja memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk belajar, berkarya, serta menyebarkan informasi positif.
Digelar tanpa APBN dan APBD
Ketua Forum GenRe Indonesia Provinsi Lampung, M. Iqbal Az-zahir turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mitra, dan pendukung yang telah membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal kepengurusan Forum GenRe Lampung dalam menjalankan programnya.
Iqbal menyebut pelaksanaan kegiatan dilakukan di tengah efisiensi anggaran, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus untuk tetap berkarya. “Kami pemuda tidak pernah berhenti untuk bermimpi, bertekad, dan melangkah. Hari ini adalah bukti nyata dari perjalanan kami,” kata Iqbal.
Ia menegaskan, kegiatan Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Remaja Provinsi Lampung 2026 dapat terlaksana tanpa menggunakan anggaran APBD maupun APBN.
Menurut Iqbal, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara remaja, pemerintah, mitra, dan berbagai pihak dapat menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum seremonial, tetapi dapat mendorong lahirnya lebih banyak remaja Lampung yang kreatif, berprestasi, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. (rn)




