JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan penyerahan bantuan biaya pengobatan bagi korban bencana angin puting beliung dan tertimpa pohon yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota pada Jum’at,( 27/02/ 2026).
Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, menyampaikan rasa prihatin dan empati yang mendalam kepada seluruh warga yang terdampak bencana.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memastikan para korban mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak, terutama dalam hal pembiayaan pengobatan bagi korban yang mengalami luka-luka.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap dapat meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan,” ujar Wali Kota.
Bantuan yang diserahkan mencakup biaya pengobatan bagi warga yang menjalani perawatan medis akibat luka ringan hingga berat. Selain itu, pemerintah juga memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia sebagai bentuk duka cita.
Kepala Dinas Sosial dalam laporannya menyampaikan bahwa pendataan korban dilakukan secara cepat dan akurat bekerja sama dengan aparat kelurahan dan kecamatan setempat.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh korban terdampak telah terdata dan akan mendapatkan bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu perwakilan keluarga korban mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu dalam proses pengobatan dan pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kota BandarLampung juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi keadaan darurat.
Upaya penanganan dan pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana saat ini masih terus dilakukan secara bertahap.
Dengan adanya penyerahan bantuan ini, diharapkan para korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
Pemerintah Kota BandarLampung menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana. (*)




