JURAI.ID, LAMPUNG BARAT (SMSI)-Pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Lampung Barat mencatat babak baru dalam digitalisasi pendidikan. Untuk pertama kalinya, ujian digelar menggunakan perangkat smartphone dan berlangsung tanpa kendala berarti di lapangan.
Sejumlah SD di wilayah tersebut mulai menerapkan sistem ujian berbasis aplikasi digital sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Ujian yang berlangsung selama beberapa hari itu mendapat respons positif dari siswa, guru, maupun orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat, Tati Sulastri, mengatakan seluruh tahapan ujian berjalan tertib dan kondusif. Menurut dia, siswa mampu mengikuti ujian dengan baik, baik menggunakan perangkat pribadi maupun fasilitas yang disediakan sekolah.
“Alhamdulillah, pelaksanaan UTS berbasis smartphone di jenjang SD berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada kendala berarti yang mengganggu jalannya ujian, baik dari sisi teknis maupun kesiapan siswa,” kata Tati, Kamis, 2 April 2026.
Tati menjelaskan, keberhasilan ini merupakan hasil persiapan matang dari pihak sekolah serta dukungan berbagai pihak yang mendorong transformasi pendidikan dasar di daerah tersebut. Ia menilai, penerapan sistem digital juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi teknologi sejak dini.
Menurut dia, sekolah telah melakukan simulasi sebelum pelaksanaan ujian. Guru juga aktif mendampingi siswa selama ujian berlangsung sehingga proses berjalan sesuai rencana.
“Sekolah sudah melakukan simulasi sebelumnya, sehingga saat pelaksanaan siswa tidak mengalami kebingungan,” ujarnya.
Pelaksanaan ujian berbasis smartphone ini diterapkan bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6. Adapun siswa kelas 1 dan 2 masih mengikuti ujian secara manual, menyesuaikan dengan tingkat usia dan kemampuan.
Selain dinilai lebih praktis, penggunaan smartphone juga dianggap lebih efisien karena dapat mengurangi penggunaan kertas serta mempercepat proses pengumpulan hasil ujian secara real time.
Meski demikian, Dinas Pendidikan mencatat sejumlah masukan dari wali murid sebagai bahan evaluasi. Tati memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam pelaksanaan ujian digital ini. Sekolah, kata dia, telah menyiapkan alternatif bagi siswa yang memiliki keterbatasan akses perangkat maupun jaringan.
“Kami pastikan semua siswa tetap bisa mengikuti ujian. Sekolah sudah menyiapkan solusi agar tidak terjadi kesenjangan,” kata dia.
Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem ini. Digitalisasi pendidikan, menurut Tati, akan dikembangkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Ia juga mengajak orang tua dan masyarakat untuk mendukung inovasi tersebut. “Ini adalah langkah awal yang baik. Kami berharap inovasi seperti ini terus berkembang dan tetap inklusif,” ujar Tati. (ROSANDI)




