JURAI.ID, LAMPUNG (SMSI) – Dalam rangka menyambut Ramadan 1446 Hijriah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama mitra strategis menggelar Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025. Acara yang berlangsung di Mal Boemi Kedaton pada 7-9 Maret 2025 ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah di lingkungan pondok pesantren serta mendorong inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Salah satu program utama dalam kegiatan ini adalah Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), yang menyasar para santri di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Kota Bandar Lampung. Program ini memberikan pemahaman dan akses terhadap produk keuangan syariah, mencakup tabungan, investasi syariah, hingga layanan pembiayaan berbasis syariah.
Dalam acara ini, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Zainal Abidin, mengapresiasi langkah OJK dalam mendukung inklusi keuangan syariah. “Saya mengajak seluruh pihak, baik pengurus pondok pesantren, pemerintah daerah, maupun lembaga jasa keuangan syariah untuk bersinergi dalam menjalankan program ini. Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Sebagai bagian dari kegiatan GERAK Syariah 2025, diadakan berbagai program literasi dan inklusi keuangan. OJK Provinsi Lampung memberikan edukasi tentang regulasi keuangan syariah, Bank Syariah Indonesia memperkenalkan produk dan layanan perbankan syariah, serta Bursa Efek Indonesia memberikan pemahaman tentang investasi di pasar modal syariah.
Selain itu, secara simbolis dilakukan pembukaan rekening tabungan syariah bagi 600 santri serta pembukaan akun saham syariah oleh beberapa perusahaan sekuritas seperti PT Phintraco Sekuritas, PT Philip Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT RHB Sekuritas Indonesia Cabang Lampung.
Program EPIKS diharapkan dapat memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, serta penggerak ekonomi syariah yang mandiri dan berkelanjutan.




