JURAI.ID, LAMPUNG (SMSI) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mendorong industri jasa keuangan untuk mengoptimalkan penyaluran kredit dan pembiayaan, terutama di sektor ekonomi utama yang ada di kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengatakan, dua sektor yang mendominasi perekonomian daerah adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor.
“Provinsi Lampung memiliki 2.657 desa/kelurahan dengan potensi ekonomi yang berbeda-beda di setiap wilayah. Oleh karena itu, OJK menilai pentingnya industri jasa keuangan untuk melihat potensi lokal ini sebagai referensi dalam memberikan kredit/pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan ekonomi di tingkat desa,” ucap Otto.
Berdasarkan data per November 2024, sektor-sektor ekonomi yang dominan di pedesaan, seperti pertanian dan perdagangan, masih memiliki potensi besar untuk didorong melalui pembiayaan.
Namun, penyaluran kredit di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, terutama di kabupaten seperti Tanggamus dan Lampung Selatan, masih tergolong rendah. Di Kabupaten Tanggamus, misalnya, sektor pertanian baru menyerap 16,35% dari total potensi kredit, sedangkan di Kabupaten Lampung Selatan hanya 8,53%.
“OJK berharap industri jasa keuangan dapat memperluas jangkauan kreditnya ke wilayah pedesaan yang memiliki potensi besar, agar sektor-sektor tersebut bisa berkembang lebih pesat,” ujarnya.




