Kabar Gembira, Bayi Gajah Sumatera Lahir di Taman Satwa Lembah Hijau

  • Whatsapp

JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI)– Seekor bayi gajah sumatera berhasil lahir dari induk jinak bernama Mega di Taman Satwa Lembah Hijau berada di Jalan Raden Imba Kusuma Ratu Nomor 21, Kelurahan Sukadana Ham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Minggu (7/8/2022).

Diketahui, bayi gajah berkelamin jantan tersebut lahir secara normal, dari pasangan gajah betina Mega dan gajah jantan bernama Aris. Ia memiliki ukuran lingkar dada 109 cm, tinggi badan 86 cm, berat badan 102 Kg, panjang badan 111 cm, panjang ekor 59 cm, dan pajang belalai 33 cm.

Komisaris Utama Lembah Hijau, Irwan Nasution, mengatakan sejak 6 tahun lalu Lembah Hijau diberikan kepercayaan untuk mengurus gajah oleh pemerintah melalui Dinas Kehutanan, dan Kementerian Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Lampung.

“Sehingga kelahiran bayi gajah ini pertama kalinya di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung. Sejak 6 tahun lalu kami di beri kepercayaan,” kata Irawan, saat dimintai keterangan. Senin (8/8/2022).

Ia menambahkan, kelahiran bayi gajah pertama di taman konservasi ini merupakan hadiah terindah menjelang Hari Gajah Dunia, sekaligus kado istimewa HUT Ke-77 Republik Indonesia.

“Ini adalah kado kami dari Lembah Hijau untuk Hari Gajah Sedunia pada 12 agustus, dan untuk Kemerdekaan RI ke-77. Dari Lampung untuk Indonesia. Mohon doanya, semoga bayi gajahnya bisa tumbuh dengan sehat. Saat ini masih dalam pengawasan ketat kami,” jelasnya.

Menurutnya, untuk pemberian nama bayi gajah tersebut masih akan dikoordinasikan.

“Itu masih dalam proses. Kita rawat dulu saja. Baru kita beri nama,” tutur dia.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Mahout Sumatera, Nazarudin mengatakan dalam rangka mendukung program pemerintah, pihaknya melakukan peningkatan populasi gajah. Sehingga Juli 2020 dilakukan perkawinan antara gajah bernama Aris dan Mega.

“September 2020 telah menunjukkan tanda kehamilan dan mengandung selama 22 bulan hingga lahir gajah berkelamin jantan. Alhamdulillah semua proses belajar lancar,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Bengkulu Lampung, Hifzon Zawahiri mengapresiasi atas kelahiran gajah ini.

Menurutnya kelahiran gajah ini langka karena dilakukan diluar kawasan hutan.

“Kebanyakan kelahiran di insitu atau dalam kawasan, jadi kelahiran ini cukup langka. Ini juga merupakan upaya kita dalam hal konserpasi tidak hanya di dalam kawasan, tapi juga ini di luar kawasan,” pungkasnya. (Asma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.