JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Wajah infrastruktur Kota Bandar Lampung terus menunjukkan perubahan positif. Salah satu buktinya terlihat di Jalan Cik Ditiro yang kini tampil mulus dan nyaman dilalui.
Perbaikan jalan tersebut merupakan hasil dari penghargaan yang diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2024 lalu.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Pemerintah Kota pada lomba penilaian kinerja pemerintah daerah bidang kebinamargaan, di mana Pemkot Bandar Lampung berhasil meraih juara, mengungguli sejumlah kota besar lainnya, termasuk Kota Medan.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas infrastruktur jalan.
Atas capaian tersebut, Pemkot Bandar Lampung memperoleh bantuan anggaran sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan Jalan Cik Ditiro.
Proyek peningkatan jalan ini dikerjakan melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung, sehingga kualitas konstruksi tetap terjaga sesuai standar nasional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung Dedi Sutiyoso melalui Kepala Bidang Bina Marga, Rayu, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras Pemkot dalam menata infrastruktur kota secara berkelanjutan.
“Tahun 2024 kami mendapatkan penghargaan dari Kementerian PUPR kategori Binamargaan Wilayah I dan meraih juara pertama, mengalahkan Kota Medan,” ujarnya.
Menurut Rayu, perhatian besar Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, terhadap pembangunan infrastruktur menjadi kunci keberhasilan. Penataan kota dan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap namun konsisten.
“Penghargaan ini hasil kerja bersama, terutama fokus Bunda Eva Dwiana dalam perbaikan infrastruktur dan penataan kota, sehingga penilaian pemerintah pusat terhadap Kota Tapis Berseri sangat baik,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi jalan di Bandar Lampung saat ini berada pada kategori sangat baik, dengan tingkat kemantapan jalan telah mencapai lebih dari 90 persen.
“Ke depan, fokus kami bukan hanya pemantapan, tetapi juga bagaimana jalan semakin nyaman, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan. Rayu menilai partisipasi masyarakat juga penting dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Infrastruktur adalah akses vital mobilisasi. Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang ada agar Bandar Lampung benar-benar siap menjadi kota metropolitan,” pungkasnya.
Dampak pembangunan tersebut juga dirasakan langsung oleh warga. Rudi (42), salah seorang pengguna Jalan Cik Ditiro, mengaku kini perjalanan menjadi lebih lancar.
“Dulu jalannya banyak bergelombang, kalau hujan sering tergenang. Sekarang sudah halus, kendaraan lebih nyaman dan tidak cepat rusak. Kami sebagai warga tentu senang,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Siti, warga perumahan yang menilai jalan tersebut harapan kami yang menjadi kenyataan.
“Jalan mulus ini memudahkan kami untuk beraktivitas sehari-hari,karena sebelumnya jalan ini kan cukup parah rusaknya, dan akses hanya satu-satuny, dengan kondisi sekarang ini kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kota Bandar Lampung yang telah mendengarkan harapan kami” singkatnya. (*)




