Dedi Yuginta Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

‎‎JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI) –Anggota DPRD Kota Bandar Lampung periode 2024–2029, Dedi Yuginta, menggelar kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026).‎

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila serta rasa kebangsaan di tengah perkembangan zaman.‎

Dalam sambutannya, Dedi menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini rencananya akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

‎“Hari ini saya mengadakan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Insyaallah, kegiatan ini akan saya lakukan setiap bulan,” ujar Dedi.

‎Ia juga menjelaskan kepada masyarakat mengenai tiga tugas utama anggota DPRD, yakni pembentukan peraturan daerah (Perda), pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), serta pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.‎

“Pertama membuat Perda, kedua membahas APBD bersama wali kota dan dinas terkait, dan ketiga melakukan pengawasan. Pengawasan ini untuk memastikan pelaksanaan anggaran dan peraturan berjalan sesuai kesepakatan,” jelasnya.‎

Menurut Dedi, pembinaan ideologi Pancasila menjadi penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masuknya berbagai pengaruh ideologi dari luar negeri.

Ia menilai, hal tersebut dapat memengaruhi nilai-nilai kebangsaan masyarakat, khususnya generasi muda.

‎“Sekarang banyak perubahan karena teknologi yang maju dan masuknya ideologi dari luar. Pemerintah melihat ini tidak boleh dibiarkan. Kita bangsa timur, berbeda dengan bangsa barat,” katanya.‎

Selain itu, Dedi juga menyoroti menurunnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Ia menilai, semangat kebangsaan saat ini tidak sekuat generasi sebelumnya yang berjuang untuk kemerdekaan.

‎“Dulu para pendahulu kita berjuang dengan tenaga dan pikiran untuk kemerdekaan. Sekarang rasa kebangsaan anak-anak muda mulai berkurang, makanya perlu terus diingatkan,” ujarnya.‎

Ia menyinggung pula pentingnya pendidikan Pancasila seperti yang pernah diterapkan di masa lalu melalui Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Menurutnya, saat ini masih banyak generasi muda yang belum memahami nilai dan makna Pancasila secara utuh.‎

“Dulu kami hafal sila satu sampai lima beserta maknanya. Sekarang masih banyak yang salah atau kurang paham. Makanya saya mengundang generasi Z dan milenial agar mereka tahu dan bisa menyampaikan ke teman-temannya,” tutur Dedi.‎

Melalui kegiatan ini, Dedi berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai dasar untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. (*)

More From Author

Ekonomi Lampung Tahun 2025 Tumbuh Solid 5,28%

Jelang Undian Tabungan Lokal, Bank Lampung Lakukan Penyegelan

Tinggalkan Balasan