Cegah PMK, Walikota Eva Dwiana Tinjau Penyemprotan Desinfektan di Kandang Peternak Sukabumi

  • Whatsapp

JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI)– Guna mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak di kota Bandar Lampung. Walikota Eva Dwiana meninjau aksi penyemprotan desinfektan di kandang ternak milik kelompok sepakat makmur bersama, Jalan Pulau Singkep No. 59, Kecamatan Sukabumi, Selasa (16/8/2022).

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pertanian dan Perternakan melakukan penyemprotan desinfektan kepada hewan ternak sapi.

Ia menambahkan, penyemprotan dilakukan untuk mencegah hewan ternak tetap dalam kondisi sehat. Dan tidak terpapar virus PMK.

“Mudah-mudahan Kota Bandar Lampung akan terus nol (0) kasus PMK hingga ke depan,” kata Eva Dwiana.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan vaksinasi PMK untuk semua ternak yang ada di kota bandar Lampung.

“Kalau di kota bandar Lampung kan sedikit. Tapi walaupun sedikit tetap kita harus memantau nya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu, menghimbau kepada semua masyarakat yang mempunyai hewan ternak seperti ayam, kambing dan sapi yang untuk di konsumsi tolong segera melapor.

“Kepada para peternak jika ditemukan hewan ternaknya bergejala PMK, tolong segera laporkan agar segera ditangani. Dan untuk penyemprotan tempatnya masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pertenakan Kota Bandar Lampung, Agustini mengatakan Kasus PMK di bandar Lampung sudah nol (0). Dan pemerintah menyarankan kepada dinas pertanian maupun pangan bagaimana sehingga tidak terjadi lagi.

“Dulu sempat ada kasus PMK, tapi saat ini sudah nol (0) kasus. Nah untuk mengantisipasi penularan kami lakukan penyemprotan desinfektan, Karena kota bandar Lampung ini kan estalase provinsi jadi harus memang benar di upayakan dan kita juga sudah mempunyai tim penanggulangan PMK,” kata Agustini.

Kemudian, selain disinfektan pihaknya juga sebelumnya sudah memberikan vitamin, obat cacing, dan 400 dosis vaksin. Dan saat ini sedang menunggu tambahan vaksin.

“Untuk penyemprotan, kita lakukan 1 bulan 1x dengan disinfektan. Mudah-mudahan semua hewan ternak makin sehat,” pungkasnya. (Asma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.