Data Putus Sekolah Lampung Tembus 20 Ribu Siswa, Disdikbud Siapkan Program Strategis

JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyiapkan sejumlah program strategis untuk menekan angka putus sekolah yang hingga pertengahan tahun 2026 masih tergolong tinggi.

Selain melakukan pembenahan data pendidikan, Disdikbud juga menyiapkan program SMA Terbuka dan Kelas Cangkok sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan di tengah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang saat ini mulai dibuka di berbagai jenjang pendidikan.

Disdikbud Lampung berharap momentum penerimaan siswa baru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat partisipasi pendidikan sekaligus menekan angka anak yang tidak melanjutkan sekolah.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), angka putus sekolah di Lampung hingga pertengahan tahun 2026 mencapai 20.534 siswa.

Jumlah tersebut terdiri dari 5.081 siswa tingkat SD, 10.531 siswa tingkat SMP, dan 4.742 siswa tingkat SMA.

“Data ini menjadi perhatian serius bagi kami. Karena itu, berbagai program telah kami siapkan untuk memastikan anak-anak di Lampung tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak,” kata Thomas Amirico, Jum’at (5/6/2026).

Menurut Thomas, sempat muncul angka indikasi putus sekolah yang jauh lebih tinggi berdasarkan data Desil 1 dan Desil 2, bahkan mencapai sekitar 277 ribu siswa. Namun setelah dilakukan penelusuran, ditemukan adanya ketidaksesuaian data administrasi kependudukan yang menyebabkan angka tersebut membengkak.

“Ternyata di data Disdukcapil kita ini, ada lulusan SMA yang sudah kuliah tetapi di Kartu Keluarganya masih tercatat lulusan SD. Ada juga yang status pendidikannya masih SMP padahal sudah tamat SMA atau bahkan kuliah. Ini yang harus diperbarui,” ujarnya.

Thomas menjelaskan, saat ini Disdikbud Lampung bersama instansi terkait di kabupaten dan kota tengah melakukan supervisi dan pembaruan data pendidikan agar kondisi riil di lapangan dapat tergambar lebih akurat.

Data Pendidikan di Lampung
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, jumlah siswa SD pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat sebanyak 798.892 orang. Pada tahun pelajaran 2024/2025 jumlahnya menjadi 797.968 siswa dan pada tahun 2025 mencapai 797.865 siswa.

Sementara jumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada tahun pelajaran 2022/2023 sebanyak 131.368 siswa, meningkat menjadi 131.678 siswa pada tahun pelajaran 2023/2024 dan mencapai 133.177 siswa pada tahun 2025.

Untuk jenjang SMP, jumlah siswa pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat sebanyak 336.944 siswa, meningkat menjadi 342.821 siswa pada tahun pelajaran 2024/2025, dan mencapai 343.606 siswa pada tahun pelajaran 2025/2026.

Sedangkan jumlah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) mengalami penurunan. Pada tahun pelajaran 2022/2023 tercatat sebanyak 114.145 siswa, kemudian menjadi 111.699 siswa pada tahun pelajaran 2023/2024, dan turun menjadi 102.900 siswa pada tahun pelajaran 2025/2026.

Tiga Daerah dengan Cakupan Pendidikan Tertinggi Thomas mengatakan, hasil pemetaan pendidikan menunjukkan terdapat tiga daerah yang memiliki tingkat cakupan pendidikan hingga perguruan tinggi paling tinggi di Provinsi Lampung.

Ketiga daerah tersebut adalah Bandar Lampung, Pringsewu, dan Metro.

Sebaliknya, beberapa wilayah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan angka kelanjutan sekolah.

“Yang masih rendah itu seperti Mesuji, sebagian Pesawaran, sebagian Tanggamus, Lampung Utara, Way Kanan, dan Pesisir Barat,” jelasnya.

Menurut Thomas, rendahnya angka kelanjutan pendidikan bukan disebabkan keterbatasan daya tampung sekolah.

“Daya tampung sekolah negeri dan swasta sebenarnya sangat mencukupi. Bahkan banyak sekolah swasta yang kekurangan murid,” ujarnya.

Ia menilai faktor utama penyebab anak putus sekolah lebih banyak dipengaruhi persoalan ekonomi keluarga, budaya, kenakalan remaja, serta lingkungan sosial.

Program SMA Terbuka dan Kelas Cangkok
Untuk menekan angka putus sekolah, Disdikbud Lampung membentuk Tim Percepatan Penurunan Angka Putus Sekolah yang bertugas melakukan sosialisasi, pembaruan data, serta supervisi ke daerah.

Selain itu, Disdikbud juga terus mendorong optimalisasi program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyelenggarakan Paket A, Paket B, dan Paket C.

Tak hanya itu, tahun ini Disdikbud Lampung juga meluncurkan program SMA Terbuka yang direncanakan mulai membuka pendaftaran pada Juli 2026.

“SMA Terbuka ini akan dimulai pendaftarannya pada bulan Juli mendatang,” kata Thomas.

Program tersebut ditujukan bagi anak usia sekolah maupun masyarakat berusia di atas 20 tahun yang ingin kembali melanjutkan pendidikan. Sistem pembelajaran dirancang lebih fleksibel dengan memadukan metode daring maupun luring sesuai kebutuhan peserta didik.

“Beda dengan sistem paket, SMA Terbuka ini menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Mereka bisa belajar secara daring, luring, di balai desa atau di tempat lainnya sehingga lebih fleksibel,” jelasnya.

Selain SMA Terbuka, Disdikbud Lampung juga mulai menguji coba program Kelas Cangkok yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kita ada program Kelas Cangkok di tahun ini yang menginisiasi anak berprestasi bisa melanjutkan kuliah, jadi mereka akan kita biayai pendidikannya,” ujar Thomas.

Ia berharap berbagai program tersebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan sekaligus memperluas kesempatan masyarakat Lampung memperoleh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan ke depan, kalau fiskal kita bagus, insya Allah nanti kita akan siapkan beasiswa dan program lainnya untuk mendorong anak-anak kita bisa melanjutkan kuliah,” pungkasnya. (Red)

More From Author

Semangat Jumat Bersih, Kalapas Pimpin Langsung Jajaran Tata Area Luar Institusi

‎Bupati Egi Resmikan Bank Sampah Lapah Khagom Jejama, Bukti Perubahan Besar Bisa Dimulai dari Desa

Tinggalkan Balasan