JURAI.ID, TULANG BAWANG BARAT (SMSI)- Suasana belajar berbeda terlihat di SD Negeri 24 Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, saat ratusan siswa mengikuti program “OREO Berbagi Seru” yang berlangsung pada 20-23 Mei 2026.
Melalui metode belajar sambil bermain, para siswa tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dikemas lebih interaktif dan menyenangkan.
Program hasil kolaborasi OREO bersama Indonesia Mengajar ini bertujuan membantu meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembelajaran kreatif sekaligus menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai daerah.
Di SDN 24 Tulang Bawang Tengah, siswa mulai mencoba sejumlah alat pembelajaran interaktif yang diperkenalkan dalam program tersebut. Didampingi guru dan tim OREO Berbagi Seru, mereka mengikuti permainan edukatif untuk mendukung kemampuan literasi, numerasi, sains, hingga bahasa Inggris.
Project Director Indonesia Mengajar, Ilham Fathur Rahman, mengatakan program OREO Berbagi Seru memperkenalkan 15 alat pembelajaran yang dikembangkan bersama Indonesia Mengajar.
Menurut Ilham, alat pembelajaran tersebut dirancang menggunakan metode belajar sambil bermain dan diselaraskan dengan kurikulum nasional yang menekankan prinsip pembelajaran meaningful, mindful, dan joyful.
“Dirancang menggunakan metode belajar sambil bermain dan diselaraskan dengan kurikulum nasional yang menekankan pada prinsip deep learning pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyful,” kata Ilham, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, alat pembelajaran itu mencakup empat bidang utama, yakni literasi, numerasi, sains, bahasa Inggris, dan petualangan seru. Materi pembelajaran dibagi ke dalam tiga fase, yaitu Fase A untuk kelas 1-2 SD, Fase B kelas 3-4 SD, dan Fase C kelas 5-6 SD.
Menurut Ilham, metode pembelajaran kreatif sebenarnya telah lama digaungkan pemerintah. Namun melalui program ini, OREO dan Indonesia Mengajar ingin memberikan contoh implementasi pembelajaran yang lebih aplikatif di sekolah.
“Sebenarnya metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif itu sudah digaungkan kementerian. Bersama OREO dan Indonesia Mengajar, kami hadir memberikan contoh dan diharapkan ini bisa diimplementasikan,” katanya.
Ia menambahkan, konsep utama program tersebut adalah menghadirkan metode joyful learning yang sesuai dengan dunia anak-anak.
“Anak usia 6 sampai 12 tahun itu memang dunianya bermain. Karena itu, permainan dijadikan media pembelajaran,” jelasnya.
Pantauan di lokasi, alat pembelajaran interaktif mulai diterapkan di sejumlah kelas, termasuk kelas lima. Para siswa terlihat aktif mencoba berbagai media belajar didampingi guru dan tim pendamping.
Salah satu guru SDN 24 Tulang Bawang Tengah, Sinta, menilai program tersebut membantu guru menghadirkan metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kurikulum saat ini.
“Guru bisa mengemas metode belajar-mengajar yang menyenangkan buat anak-anak. Kalau anak-anak sudah senang, otomatis itu jadi pengalaman yang membekas,” ujar Sinta.
Sementara itu, Kepala SDN 24 Tulang Bawang Tengah, Ponirin, juga menyambut baik program tersebut. Menurut dia, metode pembelajaran yang diperkenalkan cukup efektif memacu kreativitas dan pola pikir kritis siswa.
“Metode ini cukup efektif memacu pikiran kreatif dan kritis siswa,” kata Ponirin.
Sebelum diterapkan di sekolah, tim OREO Berbagi Seru bersama Indonesia Mengajar terlebih dahulu memberikan pelatihan kepada guru melalui program Training of Trainers. Pelatihan itu meliputi pengenalan filosofi belajar seru, penggunaan alat pembelajaran, hingga simulasi penerapan di kelas.
Selain guru, para orang tua juga mendapat edukasi mengenai perkembangan anak, pengenalan bakat dan minat, hingga penerapan metode belajar interaktif di rumah melalui permainan sehari-hari. (rn)




