Pemkot Bandar Lampung Normalisasi Drainase Jalan Ratu Dibalau, Antisipasi Banjir Saat Hujan Deras

JURAI.ID, BANDAR LAMPUNG (SMSI) – Pemerintah Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan normalisasi drainase di sepanjang Jalan Ratu Dibalau, Kecamatan Tanjung Senang, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya banjir dan genangan air, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah perkotaan.

Normalisasi dilakukan dengan membersihkan saluran air yang tersumbat oleh endapan lumpur serta akar pohon yang menjalar ke dalam drainase.

Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu penyebab utama genangan air yang kerap terjadi di kawasan tersebut, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Penanganan terhadap pohon beringin yang akarnya merusak saluran air sebelumnya telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara itu, fokus normalisasi saat ini diarahkan untuk memastikan aliran air kembali lancar hingga bermuara ke sungai perbatasan Way Kandis.

Kegiatan ini melibatkan lintas organisasi perangkat daerah, mulai dari DLH, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan yang turut mengamankan arus lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan agar aktivitas warga tetap berjalan.

Camat Tanjung Senang, M. Eri Arifandi, menyebut normalisasi drainase ini menjadi langkah penting dalam mengurangi potensi banjir di wilayahnya.SOT: “Normalisasi ini dilakukan agar aliran air kembali lancar. Selama ini salah satu kendalanya adalah akar pohon dan sedimentasi lumpur. Dengan pembersihan ini, kami berharap genangan bisa diminimalkan,” ujarnya.

Selain langkah jangka pendek, pemerintah kota juga menyiapkan upaya jangka menengah dengan mendorong partisipasi masyarakat, salah satunya melalui kewajiban penyediaan bak kontrol di depan rumah dan tempat usaha.

Pemerintah mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan serta rutin membersihkan drainase di lingkungan masing-masing. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menekan risiko banjir, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem. (*)

More From Author

Rokok Ilegal Masih Marak, DPRD Lampung Minta Penegakan Hukum Tak Hanya Sasar Pedagang Kecil

Empat Dapur SPPG MBG di Lampung Barat Disanksi, Risiko Kesehatan Anak Mengemuka

Tinggalkan Balasan